8 Strategi Pemasaran untuk Menarik Pelanggan ke Bisnis Anda

Strategi pemasaran yang baik tidak sekadar membuat bisnis terlihat ramai di media sosial. Tujuannya adalah membuat orang yang tepat mengenal bisnis, memahami manfaat produk, percaya kepada penjual, lalu memiliki alasan untuk melakukan pembelian.
Untuk UMKM, strategi pemasaran juga tidak harus selalu membutuhkan anggaran besar. Yang lebih penting adalah memahami siapa calon pelanggan, masalah yang mereka hadapi, kanal yang mereka gunakan, dan pesan apa yang paling relevan bagi mereka.
Kenapa Strategi Pemasaran Harus Dimulai dari Pelanggan?
Banyak bisnis memulai pemasaran dengan pertanyaan, “Hari ini mau posting apa?” Padahal pertanyaan yang lebih berguna adalah, “Masalah apa yang sedang ingin diselesaikan calon pelanggan?”
Ketika kebutuhan pelanggan sudah dipahami, kamu akan lebih mudah menentukan produk yang ditawarkan, jenis konten yang dibuat, bahasa promosi, sampai tempat untuk menjangkau mereka.
Secara sederhana, alurnya bisa dibuat seperti ini:
Masalah pelanggan → Solusi → Konten → Interaksi → Penawaran → Pembelian
Dengan alur tersebut, pemasaran tidak berhenti pada mendapatkan perhatian. Kamu juga memiliki jalan yang jelas untuk mengubah perhatian menjadi hubungan dan transaksi.
8 Strategi Pemasaran untuk Menarik Pelanggan
1. Tentukan Pelanggan yang Ingin Kamu Jangkau
Jangan mencoba menawarkan produk kepada semua orang sekaligus.
Tentukan kelompok pelanggan yang paling mungkin membutuhkan produkmu berdasarkan masalah, kebutuhan, kebiasaan, lokasi, kemampuan membeli, atau karakteristik lain yang memang relevan.
Misalnya, daripada mengatakan “produk ini cocok untuk semua orang”, sebuah bisnis makanan rumahan bisa menentukan target seperti pekerja kantoran di sekitar wilayah pengantaran yang membutuhkan makanan praktis untuk makan siang.
Target yang lebih jelas membuat pesan pemasaran menjadi lebih spesifik.
2. Jual Solusi, Bukan Sekadar Produk
Calon pelanggan biasanya tidak membeli sebuah produk hanya karena produk itu ada. Mereka membeli karena berharap mendapatkan manfaat atau menyelesaikan masalah tertentu.
Karena itu, jangan hanya menampilkan nama, harga, dan foto produk.
Jelaskan:
- Masalah apa yang bisa dibantu oleh produk?
- Siapa yang paling membutuhkan?
- Bagaimana cara menggunakannya?
- Apa manfaat yang realistis?
- Apa yang membedakannya dari pilihan lain?
Semakin jelas hubungan antara masalah dan solusi, semakin mudah calon pelanggan memahami alasan produk tersebut layak dipertimbangkan.
3. Buat Konten yang Menjawab Pertanyaan Calon Pelanggan
Konten pemasaran tidak harus selalu berbentuk promosi.
Buat juga konten yang menjawab pertanyaan, kesalahan umum, cara penggunaan, perbandingan, tips, atau masalah yang sering dialami target pelanggan.
Misalnya bisnis yang menjual produk perawatan tanaman dapat membuat konten seperti:
- Kenapa daun tanaman menguning?
- Berapa kali tanaman perlu disiram?
- Kesalahan saat memindahkan tanaman ke pot baru.
- Cara memilih media tanam untuk pemula.
Konten seperti ini memberi alasan bagi orang untuk menemukan dan mengenal bisnis sebelum mereka siap membeli.
Google juga menyediakan dokumentasi Search untuk membantu pemilik website memahami bagaimana konten dapat ditemukan di Google, termasuk panduan SEO dan Search Console.
4. Gunakan Kanal yang Memang Dipakai Pelanggan
Tidak semua bisnis harus aktif di semua platform.
Kalau pelangganmu lebih banyak mencari informasi melalui Google, fokuskan sebagian usaha pada website dan pencarian. Kalau mereka lebih aktif berinteraksi melalui media sosial atau pesan, gunakan kanal tersebut untuk membangun hubungan dan menerima pertanyaan.
Untuk bisnis lokal yang memenuhi syarat, Google Business Profile juga dapat membantu bisnis tampil di Google Search dan Maps, menampilkan informasi seperti jam buka, website, nomor telepon, foto, serta menerima dan membalas ulasan pelanggan.
Prinsipnya sederhana: jangan mengejar semua kanal; pilih kanal yang paling dekat dengan perilaku pelangganmu.
5. Bangun Kepercayaan Sebelum Meminta Pembelian
Orang yang baru menemukan sebuah bisnis belum tentu langsung percaya.
Karena itu, tampilkan informasi yang membantu calon pelanggan memahami bahwa bisnis tersebut benar-benar aktif dan jelas.
Beberapa hal yang dapat ditampilkan antara lain:
- Foto produk yang jelas.
- Informasi produk yang lengkap.
- Harga atau cara mendapatkan informasi harga.
- Profil bisnis.
- Testimoni atau ulasan yang benar-benar berasal dari pelanggan.
- Contoh hasil pekerjaan.
- Informasi kontak yang mudah ditemukan.
- FAQ untuk pertanyaan yang sering muncul.
Jika menggunakan ulasan pelanggan, jangan membuat atau membeli ulasan palsu. Google secara eksplisit menyatakan bahwa ulasan harus mencerminkan pengalaman nyata dan melarang pemberian insentif untuk membuat, mengubah, atau menghapus ulasan.
6. Berikan Penawaran yang Mudah Dipahami
Calon pelanggan bisa tertarik tetapi tetap tidak membeli jika mereka tidak memahami langkah berikutnya.
Karena itu, setiap promosi sebaiknya memiliki penawaran dan tindakan yang jelas.
Contohnya:
- Pesan melalui WhatsApp.
- Lihat katalog.
- Coba paket pemula.
- Daftar konsultasi.
- Lihat detail produk.
- Beli melalui marketplace.
Hindari membuat calon pelanggan menebak-nebak apa yang harus dilakukan setelah melihat promosi.
7. Manfaatkan Pelanggan Lama
Mendapatkan pelanggan baru bukan satu-satunya pekerjaan pemasaran.
Pelanggan yang sudah pernah membeli juga dapat menjadi bagian penting dari pertumbuhan bisnis jika mereka mendapatkan pengalaman yang baik dan memiliki alasan untuk kembali.
Kamu bisa melakukan follow-up secara wajar, memberikan informasi produk yang relevan, menawarkan produk pelengkap, atau mengingatkan pelanggan ketika waktunya melakukan pembelian ulang.
Jangan mengirim promosi tanpa konteks secara berlebihan karena komunikasi yang terlalu agresif justru dapat mengganggu pelanggan.
8. Ukur Hasil dan Perbaiki Strategi
Jangan menganggap strategi pemasaran berhasil hanya karena jumlah likes meningkat.
Perhatikan metrik yang berhubungan dengan tujuan bisnis.
| Tujuan | Hal yang Bisa Dipantau |
|---|---|
| Menambah jangkauan | Jangkauan, tayangan, sumber traffic |
| Mendapat calon pelanggan | Pesan, formulir, panggilan, pertanyaan |
| Meningkatkan penjualan | Jumlah transaksi dan nilai penjualan |
| Meningkatkan website | Klik, halaman yang dikunjungi, dan sumber pengunjung |
| Meningkatkan pelanggan lokal | Interaksi di Google Search dan Maps |
Google Business Profile, misalnya, menyediakan data performa untuk melihat bagaimana orang menemukan profil bisnis dan tindakan yang mereka lakukan setelah menemukannya.
Contoh Strategi Pemasaran untuk UMKM dengan Anggaran Terbatas
Kalau modal pemasaran masih terbatas, kamu tidak perlu menjalankan semua strategi sekaligus.
Contohnya, sebuah usaha makanan rumahan dapat menjalankan alur sederhana berikut:
- Tentukan pelanggan utama di area pengiriman.
- Buat profil bisnis dan informasi kontak yang jelas.
- Upload foto produk yang sebenarnya.
- Buat konten tentang menu, proses, dan masalah pelanggan.
- Arahkan calon pelanggan ke WhatsApp atau marketplace.
- Minta ulasan dari pelanggan yang benar-benar sudah membeli.
- Catat produk yang paling sering ditanyakan.
- Gunakan data tersebut untuk memperbaiki promosi berikutnya.
Dengan cara seperti ini, pemasaran memiliki hubungan yang jelas antara konten, pelanggan, dan penjualan.
Apakah Harus Menggunakan Iklan Berbayar?
Tidak selalu.
Iklan berbayar dapat digunakan ketika bisnis sudah mengetahui siapa targetnya, apa penawarannya, dan tindakan apa yang ingin dilakukan calon pelanggan.
Kalau hal-hal tersebut belum jelas, menambah anggaran iklan belum tentu menyelesaikan masalah. Bisa saja iklan mendatangkan banyak orang, tetapi mereka tetap tidak membeli karena produk, penawaran, atau halaman tujuan belum cukup meyakinkan.
Untuk bisnis lokal yang sudah memiliki informasi bisnis yang rapi, Google juga menyediakan opsi iklan berbasis lokasi yang dapat menjangkau orang yang mencari atau menjelajahi area tertentu.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Pemasaran
Terlalu Sering Promosi
Jika hampir setiap konten hanya berisi “beli sekarang”, audiens memiliki sedikit alasan untuk terus mengikuti akun atau website.
Campurkan konten edukasi, informasi produk, bukti penggunaan, cerita bisnis, dan penawaran yang relevan.
Mengejar Jumlah Pengikut
Jumlah pengikut bukan satu-satunya ukuran keberhasilan bisnis.
Akun dengan audiens yang lebih kecil tetapi relevan dapat menghasilkan interaksi atau calon pelanggan yang lebih sesuai dengan produk.
Menggunakan Klaim Berlebihan
Hindari janji seperti “pasti laku”, “pasti kaya”, “100% berhasil”, atau klaim lain yang tidak dapat dibuktikan.
Informasi pemasaran sebaiknya tetap akurat dan tidak membuat calon pelanggan salah memahami produk atau layanan.
Tidak Mencatat Hasil
Tanpa pencatatan, kamu akan sulit mengetahui promosi mana yang menghasilkan pertanyaan, pelanggan, atau penjualan.
Minimal catat sumber pelanggan, produk yang diminati, jumlah pertanyaan, jumlah transaksi, dan biaya promosi.
Bagaimana Menyusun Strategi Pemasaran yang Sederhana?
Kalau baru mulai, gunakan kerangka berikut:
| Pertanyaan | Yang Harus Ditentukan |
|---|---|
| Siapa pelanggan? | Target utama |
| Apa masalahnya? | Kebutuhan pelanggan |
| Apa solusinya? | Produk atau layanan |
| Di mana mereka berada? | Kanal pemasaran |
| Apa yang membuat mereka percaya? | Bukti, informasi, ulasan, atau portofolio |
| Apa tindakan berikutnya? | CTA yang jelas |
| Bagaimana hasilnya? | Metrik dan evaluasi |
Kesimpulan
Strategi pemasaran yang efektif dimulai dari memahami pelanggan, bukan sekadar memperbanyak promosi. Tentukan target, pahami masalah mereka, buat konten yang membantu, gunakan kanal yang tepat, bangun kepercayaan, berikan penawaran yang jelas, manfaatkan pelanggan lama, lalu ukur hasilnya.
Untuk UMKM, strategi sederhana yang dijalankan secara konsisten biasanya lebih mudah dievaluasi daripada mencoba terlalu banyak kanal sekaligus.
Yang paling penting, jangan berhenti pada pertanyaan “berapa banyak orang yang melihat promosi?”. Cari tahu juga apakah orang tersebut menjadi calon pelanggan, melakukan kontak, membeli, dan kembali menggunakan produk atau layananmu.
Posting Komentar untuk "8 Strategi Pemasaran untuk Menarik Pelanggan ke Bisnis Anda"